Sebenarnya aku bingung mau ngasih judul apa, secara aku juga bingung akan cerita apa di episode ini. Tapi ya karena tanganku gatal pengin cerita (loh apakah sekarang sudah ganti tugas, bukankah yang kita tau mulut yang suka bercerita. Kok malah tangan yang bercerita?) Maksudku itu tanganku gatal pengin nulis cerita, begono……
Nah dikarenakan tangan gatal pengin nulis cerita tapi gak ada cerita, ya udah aku mau nulis apa yang terpikir di otakku berhubungan dengan apa yang barusan terjadi. Ehm….. judulnya apa tadi? Apples in the wonderland yak? Pembukaan cerita gimana ya enaknya.
Jadi gini awal mulanya, eh kenalin dulu Apples ini adalah band indie *maybe* yang punya lagu *ya iyalah punya lagu, o’on apa bego siy ini yang nulis. hehehehe*. Nah awal mulanya itu aku pas awal-awal kenal ma si komandan *koibito-ku sekarang* aku dikasi dengar lagu yang berjudul eliez.
Nah karena aku belum pernah dengar, aku tanya ke dia. “Lagunya siapa ini? Gak pernah dengar tuch.” Secara aku hanya suka dengerin lagunya Avril, jadi ya aku gak tau lagu yang barusan dia dengerin ke aku. “Itu lagunya Apples, ada juga yang lainnya judulnya my black valentine. Bagus kan?” Karena aku baru saja mendengar lagu ini, ya aku gak bisa menjawabnya.
“Apples ini band indie tapi udah terkenal di kalangan anak sekolah, soalnya Apples suka manggung di pensi-pensi sekolahan sama di kampus-kampus gitu.” Mulailah si komandan yang masih menjadi temanku saat itu berorasi, menjelaskan tentang si Apples ini. Dan karena aku gak begitu tau, akupun hanya mendengarkan saja seperti anak kecil yang dikasi tau kalau jajan sembarangan itu berbahaya. hehehe hiperbolis banget.
“Emang sech lagunya Apples jarang diketaui orang pada umumnya, tapi Apples terkenal di kalangan anak kuliah ma anak SMA gitu. Teman-temanku ajah banyak yang tau.” Ya iyalah temannya banyak yang tau, nah wong temannya ini banyak yang masih sekolah. “Dulu pernah aku diajak ngamen ma teman-temanku dimana gitu, malah ada yang request. Gini katanya ‘mas bisa lagu my black valentine gak? yang Apples in the wonderland itu loh mas’ Dan tau mereka ngasi berapa setelah aku nyanyiin lagu my black valentine?” Jelas aku hanya geleng-geleng kepala saat itu. “Mereka ngasi 10ribu dengan ditambah aku nyanyi lagu eliez yang barusan kamu dengerin ini, dan mereka itu anak kuliahan.” Dan asal tau ajah saat itu si komandan ini bercerita dengan bersemangat sekali, dan aku hanya bisa ber-oooo……. dengan mimik yang gak tau apa-apa.
Saat itu aku berpikir begitu bagusnya kah lagunya si Apples ini??? Esoknya aku mencoba cari Apples lewat bang google. Tapi karena aku gak tau kata kuncinya, aku ngetik Apples ajah dan ternyata yang keluar ya Apples dalam arti kata yang sesungguhnya. Yupz….. Apples is apel. Akhirnya setelah hari itu aku melupakan tentang si Apples dengan cerita dari komandan serta lagunya yang pernah nangkring di kupingku.
Mungkin aku memang ditakdirkan harus bertemu lagi dengan kata-kata Apples ini dech. Karena suatu hari di bulan desember kemaren *lupa tepatnya*. Saat aku lagi asyik-asyiknya meng-update friendster, mataku melihat di buletin board ada judul bertuliskan my black valentine. Aku langsung mengingat-ingat, karena sepertinya kata itu gak begitu asing bagiku. Aku coba mengkliknya dan membaca tulisan tersebut. Dan darisinilah awal mula aku mengetaui tentang Apples.
Saat mataku sudah mencapai tulisan terakhir, disitu tertulis Apples In the Wonderland. Mungkinkah ini yang pernah diceritakan komandan? Aku pun mencoba untuk mengetik Apples In The Wonderland di search engine-nya milik bang google. Dan keluarlah link-link yang mempunyai judul Apples In The wonderland. Salah satunya adalah alamat blog yang ternyata milik Apples In The Wonderland ini, alamatnya http://applesinthewonderland.blogspot.com.
Disitu aku baca-baca dan aku mencoba mendengar lagu yang mempunyai judul eliez. Bener, lagu ini yang pernah dikasi dengar sama si komandan. Oalah…… ini toh Apples itu. Dan taukah kalian my prend, setelah aku kelayapan di blognya Apples ini, ternyata aku jadi suka sama lagunya. Ngasi komentar, terus baca-baca, nulis-nulis *gak tau nulis apaan disitu*, download lagunya. Dan aku makin keranjingan sama lagunya.
Akhirnya aku sering nongkrong di blognya Apples ini, nge-add fsnya. Dan cerita ke komandan ma teman-temannya. Secara setiap kumpul sama mereka ntu pasti dech bakal nyanyi lagunya Apples yang berjudul eliez. Saat aku bercerita ke mereka, mereka seneng banget. Tapi sayang mereka jadul abiez, gak pernah maen ke warnet. Jadinya aku hanya cerita seperlunya doank.
Tyuz pas aku baca tentang cigarettes nation, aku lihat video klipnya. Eh kayaknya aku juga pernah denger lagu ini dech *aku ini gaya banget dech, apa-apa bilangnya udah pernah denger. hehehe*. Tapi beneran aku pernah denger di iklan, dan lewat iklan itu aku suka ma musiknya. Eh gak taunya juga termasuk si Apples ini. Dan makin lama aku makin suka dech, sering nongkrong di blog ma fs-nya, sering dengerin lagunya. Dan namanya itu loh seru, kreatif, lucu, aneh, ya pokoknya asyik lah. Apples In The Wonderland (asyik kan namanya?), Cigarettes Nation (seru ntu namanya).
Nah tadi barusan ajah aku nongkrong di blognya Apples lagi, terus tanpa aku duga ym mereka ntu aktif. Ya udah aku iseng ajah ngeklik, dan tanpa aku duga lagi di-app dengan baik sekali. hehehehe selanjutnya ya chat gitu ma si Apples ini. Cerita-cerita dan seru banget, hanya 1 kata yang ada dalam otakku saat ini : Asyik.
Ehm…. maybe aku pengin dech liat Apples ini manggung. Dan tentunya aku pengin ngeliatnya sama si komandan, hehehe.
Jadi ya begitulah ceritanya, nah karena tanganku sudah gak gatal lagi jadi ya mungkin cukup disini dulu ceritanya. Selain itu, aku juga ngantuk dan otakku juga udah gak ada kata-kata lagi yang pengin dikeluarin. hehehehe
Yasud lah, kalau ada kabar terbaru lagi pasti akan aku kabar-kabari lagi. Oce chuy…… 
Lagunya Apples In The Wonderland
Judul : Eliez
Kau bagaikan iblis, iblisku yg manis. Kau hanya fantasi fetishku yg kini t’lah habis! Oh, Elize, lihatlah, hidupku berubah. Hidupku kini bahagia dalam cinta yg wajar.
B-bunuhlah aku dari ingatanmu. Kenangan manis jadi pahit bila t’rus kausimpan. Betapa kuingin… tapi ku tak mungkin mempertaruhkan hidupku dalam permainanmu.
chorus
Oh, Elize, mengapa kau kembali di saat aku terlanjur berjanji merubah hidupku, dan setia padanya (pada cinta yg bisa kupegang di hidupku) ?
Cintamu adalah masa lalu! Cinta yg t’lah habis biarkan berlalu… Biarkan rahasia menjadi rahasia. Sesuatu yg tak mungkin kuungkap!
Lihatlah dirimu, lihatlah diriku! Kau sayang padaku, maka tolong lepaskan aku. Lihatlah dirinya… Sungguh ku tak bisa berdusta pada gadis manis sebaik dirinya.