resepsi pernikahan
Semalam aku menghadiri acara resepsi pernikahannya temanku SMA, tapi sialnya aku gak tau acara itu kayak gimana. Emang fitri ini gak pernah bisa lari dari kutukannya mak lampir, atau emang udah nasibku kali yah yang selalu mengalami nasib yang sial melulu.
Ceritanya kemaren aku di-sms sama temanku namanya Arlisa, dia ngajak bareng untuk berangkat ke acara tersebut. Secara kita sama-sama tidak tahu rumahnya, jadinya kita janjian sama anak-anak yang lainnya di rumahnya temanku Tri di daerah karang menjangan. Padahal yah, jarak dari rumahku ke rumahnya temanku yang nikah ini lumayan dekat, tapi karena aku dan arlisa tidak tahu rumahnya akhirnya pergi ke rumahnya Tri yang jarak dari rumahku sangatlah jauh.
Akhirnya jam 8 malam aku menjemput arlisa. Nah disinilah kesialanku dimulai, jalan satu-satunya yang aku ketahui ke rumahnya arlisa ditutup karena ada acara nikahan juga. Aku pun nekat memilih jalan yang menurut feelingku tembus ke daerah rumahnya arlisa, ok dech aku melewatinya. Jalan 30 menit aku merasa kok kayaknya ini bukan termasuk daerah rumahnya arlisa. Masuk gang keluar gang dan aku baru menyadarinya kalau memang benar aku malah tambah jauh dari daerah rumahnya arlisa. Dan kesadaranku langsung pulih normal kalau ternyata saya telah kesasar. Yupz, tahukah anda bahwa saya telah kesasar di kota saya sendiri. Tanpa nunggu lebih lama lagi, akhirnya aku pun putar balik dan mengambil jalan raya yang jaraknya sangat jauh untuk bisa nyampai ke rumahnya arlisa. Gak pa-pa dech yang penting gak nyasar.
Sampai di rumahnya arlisa, kita pun berangkat. Sampai di jalanan yang jaraknya masih jauh dari rumahnya Tri, hujan langsung turun dengan derasnya tanpa permisi dulu. Oh my God, kenapa hujan selalu datang disaat aku keluar. Berhenti sejenak dan memakai jas hujan, akhirnya nekat dech ke rumahnya Tri. Dan dalam keadaan hujan itu arlisa juga lupa rumahnya Tri dimana, bagoessss…….. Apalagi aku yang gak tahu rumahnya tri ada dimana.
Tapi untung ketemu juga rumahnya, dan tahukah anda badan saya udah basah karena air hujan. Aku gak mau berangkat dulu sebelum hujan reda, dan semuanya setuju. Ya iyalah, saat itu hujannya benar-benar deras banget. Tunggu punya tunggu sampai menghabiskan jajanan, roti dan minuman di rumahnya tri tapi hujan masih belum berhenti juga.
Jam 9 malam teng, hujan rintik-rintik. Aku pun mengusulkan buat berangkat sekarang sebelum si hujan ini berubah pikiran dan menurunkan airnya lagi lebih deras dari yang tadi. Tapi masalahnya anak-anak yang centil-centil itu masih bingung yang pakai jas hujan lah, pakai jaket lah, yang motornya takut mogok lah, yang pacarnya masih belum siap lah. Sialan samuanya, ini tuh udah malam dan mumpung masih gerimis.
Ok dengan sangat terpaksa aku dan arlisa menunggu meraeka sambil sesekali menyumpah-serapahi mereka. Dalam perjalanan, banjir telah menghadang kami, terabas ajah dech. Dan………. kletes, motor temanku mogok di tengah-tengah banjir yang tingginya sampai betis itu. Oh Tuhan, apa lagi ini. Benar saja motor temanku itu gak bisa dihidupkan lagi, good… good….. good….
Akhirnya si Tri berinisiatif buat mengganti motornya temanku dengan motornya yang di rumah, tapi gak semudah itu inisiatif keluar dari mulutnya. Kita masih harus eyel-eyelan dan saling menyalahkan. Perjalanan dilanjutkan setelah motor pengganti datang, dan saat itu jam udah menunjukkan pukul 21.30 malam.
Apakah anda pernah ke acara pernikahan pada malam hari, aku pernah dan baru semalam menjalaninya. Aku dan teman-temanku baru nyampai di nikahannya temanku pukul 10 malam, dan apa yang terjadi? Di tempat itu udah sepi dan udah beres-beres, bahkan yang nikah pun udah mengganti baju dengan t-shirt. Hebat kan? Bahkan kami memarkir motor langsung di depan rumahnya. Tanpa berhenti sejenak, setelah mengucapkan selamat kita pun pamit pulang. Nah wong udah jam 10 malam ya harus pulang.
Pfiuh perjalanan yang gak mulus itu pun selesai sudah, jam 22.30 aku nganterin arlisa ke rumahnya. Dan baru jam 22.45 aku bisa menghela napas. Oh mak lampir-mak lampir….. sekali-kali kasih dispensasi donk terhadap diriku.
Tapi ada senyuman sebelum aku memasuki dunia dalam mimpi, temanku cowok yang telah membuat pertengkaran antara logika dan perasaan terhadap diriku ini sms, dan tanyanya itu berentet seperti ini :
“kok baru balas, habis darimana? sama siapa? teman yang mana? udah makan kan?”
Dan pasti udah tau kan yang terjadi pada diriku, yupz pertengkaran dimulai lagi. Perasaan menjadi tersenyum-senyum tapi logika tanpa peduli langsung menghasut si pikiran, udah malam ayo tidur…. tidur…..
very welcome brader..!!
yoy …
saya kenal dina dari chatting..heheee…
thanx…
xixixi, kirain jam 10 malem itu emang mau kondangannya mak lampir
Tapi memang mengingat jalan adalah hal yang susah buat sebagian perempuan, contohnya yaa qta2 yg lucu ini, tul gak??
@topsy_turvey : owh… teman chattingx dina toh. thanx back cZ udh sering mampir d’bog cewek imut nan mungil ini. hehehehe
@pritha : bnr bgt teh, emang kelemahanq adlh mengingat jalan. aq yg asli sby ini sering bgt kesasar di kota sendiri. malu-maluin mak lampir ajah ya teh
Thx dah mampir di blogq.. hohoho..
CHEERS!
Tukeran link?!
@crazyOnnie : thankx jg udh mampir ksni yak, pdhl kmrn aq kesasar d’tempatmu. tp blogx bgus, cheers jg.