hujan
Kalau mau ngomongin tentang hujan mungkin aku akan menjadi lebih cerewet sedikit dari biasanya, Nah gimana ntu??? Biasanya ajah udah cerewet minta ampun… kalau lebih cerewet sedikit bisa-bisa……. *hahahahahaha nyante bung*
Ehm…..pertama soal hujan, dimulai dari pelajaran. Pelajaran yang menceritakan tentang hujan pastinya tidak lain dan tidak bukan adalah Biologi. Dimana hujan tercipta dari pembiasan air di bumi terus menjadi awan lantas turunlah hujan. Itu secara singkat loh, coz ini bukan menceritakan tentang pelajaran. Ya tadi itu cuman pengenalan tentang hujan. hehehehehehe
Hujan…… kadang menyenangkan, kadang menjengkelkan kayak bisul yang datang secara tiba-tiba. Kadang hujan itu kunanti, kadang juga hujan tidak aku harapkan kedatangannya (cieee…… kayak seorang pujangga ajah omonganku)
Hujan juga bisa menggambarkan saat kita lagi merindukan seseorang, seperti lagunya Utopia yang judulnya “hujan” (ya…. iyalah…. hujan, nah wong ini mengungkapkan tentang hujan. Kalau judulnya kerbau mah kayak kamu….. hehehehehe peace man….)
Oia, lirik lagunya seperti ini :
Rinai hujan basahi aku
temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
dan semua saat manis itu……
Segalanya seperti mimpi
kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap takkan berubah…..
Aku selalu bahagia saat hujan turun
Karna aku dapat mengenangmu untukku sendiri…..
Selalu ada cerita
tersimpan di hatiku
Tentang kau dan hujan
tentang cinta kita yang mengalir sperti air
Aku selalu bahagia saat hujan turun
Karna aku dapat mengenangmu untukku sendiri
Aku bisa tersenyum sepanjang hari karna hujan pernah
menahanmu disini untukku……
Bagus kan lagunya….. ????? Apalagi saat kita sedang merindukan seseorang…. Eits, tentang rindu nanti ajah dibahas sendiri, hehehehehehe.
Nah, tentang hujan yang lainnya yang menjengkelkan. Apabila hujannya panjang dan tidak berhenti-henti. Menjengkelkan banget karena rumahku akan kebanjiran kalau hujannya gak berhenti-berhenti.
Apalagi saat aku lagi keluar terus secara tiba-tiba….. byurrrrrr……. hujan tanpa diundang langsung turun dengan derasnya. Itu salah lainnya ketika hujan menjadi sangat menjengkelkan bagiku.
Tapi ada yang indah kok, apalagi ketika aku keluar sama koibito-ku. Ketika hujan rintik-rintik terus dia ngajak aku ke pantai kenjeran *ca… elaahhh….* Nah disana terbitlah pelangi *emang matahari apa terbit?* Bagus banget…. dan indah….. Thankz yak komandan udah memperlihatkan hal yang terindah bagiku, hehehehehehe.
Terus…. selain itu kemaren….. Pas enak-enaknya ngobrol di pantai, eh datang sekumpulan awan hitam yang siap-siap mau nyerbu daerah situ dengan airnya yang aduhai gak bisa dibayangin dech….. Lihat awannya yang hitam pekat ajah udah menakutkan. Nah sebelum siap-siap mau pulang, eh tanpa ba-bi-bu…. byuuuurrrr…… bagoessss….. hujan datang lagi saudara-saudara.
Udah kadung kena hujan, lanjut ajah terus. Mungkin ini kualat akibat keluar tanpa bilang-bilang yak, atau akibat aku membohongi si Adit kalau aku sama temannya telah backstreet darinya. *hehehehe sorry dit. Tapi besok minggu aku mau cerita semuanya kok dit, yah….. urusan ini nanti ajah dech. Sekarang kan cerita tentang hujan.
*
Hujan….. kadang bisa menyulutkan suasana romantis, kadang bisa membuat jengkel orang. Kadang bisa membuat orang takut akan kedatangannya, kadang bisa membantu orang. Kadang menyenangkan, apalagi saat anak kecil bermain-main di dalamnya. Kadang menjemukan, karena hujan bisa membuat orang jadi terlambat. Kadang mengasyikkan karena hujan bisa membuat kita rindu akan seseorang.
Yach…. apapun itu, yang terpenting hujan bisa memberiku kenangan yang indah. Hehehehe omonganku kayak orang yang serius niy.
sahabatan mau?
@Pee: persahabatan bagai kepompong….. hehehehe ya mau ajah lg klu d’ajak brsahabat.